Pondok pesantren An Nur yang terletak di desa Kalierang, Kecamatan
Selomerto, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah yang jaraknya kurang lebih
500 meter dari jalan raya. Pesantren yang berdiri sejak tahun 1980 ini
ternyata membawa keberuntungan tersendiri bagi warga sekitar karena bisa
ikut mengaji dan memperdalam agama.
Pondok sederhana namun kental dengan susana religius ini didirikan
oleh almarhum KH Nurudin Alhafidz. Ia adalah pendiri yayasan sekaligus
pengasuh.
KH Nurudin adalah murid dari KH Mutaha Alhafidz, ulama tersohor di
Jawa Tengah. Ia dijodohkan oleh Kiai Muntaha dengan Hj Nurfaizah.
Setelah menikah, keduanya lalu berinisiatif menyiarkan Islam dengan
mendirikan pondok pesantren An-Nur.
Pesantren ini adalah merupakan tanah wakaf dari Mbah haji Soleh.
“Masyarakat Kalierang juga sangat antusias dengan hadirnya pondok
pesantren An Nur,” terang Gus Chairulloh.
Disebutkan, pada tahun 1983 pondok pesantren An-Nur berpindah lokasi
ke kampung Kalierang sebelah barat RT.02 RW.04, Kecamatan Selomerto,
Kabupaten Wonosobo yaitu yang sampai sekarang dihuni oleh kurang lebih
100 santri. Kebanyakan mereka masih anak-anak SMP dan SMA.
KH Nurudin menyiarkan dakwahnya dengan membangun pesantren di
tengah-tengah perkampungan. “Tujuan agar masyarakat Kalierang saat ini
mau memperdalam ilmu agama. Sehingga masyarakatnya bisa pandai mengaji,”
tambahnya.
Pada tahun 2004 KH Nurudin kembali ke Sang Khaliq. Sejak
kewafatannya, pondok pesantren An-Nur di asuh oleh putra keduanya
yaitu Gus Choirulloh lulusan Yaman. Beliau bersama ibuya bersama-sama
mengasuh pondok pesantren peninggalan almarhum ayahnya.
Mulai tahun 2010 pondok pesantren An-Nur ini berubah nama menjadi
yayasan An.Nur mengikuti zaman modern. Dari yang tadinya hanya pesantren
salafi sekarang sudah berubah menjadi pondok pesantren modern.
“Ini bertujuan untuk meningkatkan SDM santri-santrinya,”Terang Muhammad Fauzi yang termasuk pengurus yayasan An-Nur.
Di pesantren ini Gus Choirulloh mengajar ilmu Nahwu, di bantu
tenaga-tenaga pengajar lainnya seperti Ustdz Slamet Uzainah beliau
alumni pesantren An-Nur yang mengajar alat dan shorof, ustadz Slamet
Suratno mengajar ilmu tauhid, ustadz Murtadho mengajar Qur’an. Ustadz
Mahrudz mengajar sejarah kebudayaan Islam. Dan Bu Hj. Nurfaizah megajar
Tahfidz.
Disebutkan, jadwal mengajar santri adalah ba’da ashar yaitu diniyah,
ba’da maghrib itu mujahadah, ba’da isya mengaji kitab, ba’da shubuh
yaitu shorof dan Al-Qur’an.
Setiap malam jum’at Gus Choirulloh mengajar Tafsir Al-Qur’an untuk
bapak-bapak di Kalierang dan Simtudduhror kepada pemuda. Gus Choirulloh
bertekad ingin membangun lagi gedung dan pesantrennya agar lebih maju.
Dan sekarang juga sudah terlahir pondok pesantren An nuur II yang bertempat di Jl. Leksono Gunung tawang yang tepatnya di SMK AN-NUUR BOARDING SCHOOL WONOSOBO (link) SMK ABS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar